- Diposting oleh : Media Smantid
- pada tanggal : Agustus 27, 2026
Rabu, 26 Agustus 2026 – Pada pukul 13.00 s.d 15.00 WIB, keluarga besar SMA Negeri 1 Mertoyudan menghadirkan sebuah kajian untuk memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad Saw. yang isinya disampaikan oleh Ust. Rizza Perdana Kusuma, S.Pd., I Al Hafidz, dengan mengusung tema – “Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman untuk Mewujudkan Generasi Berkarakter di Era Teknologi AI”. Oleh karena itu, pada Rabu, 26 Agustus 2026, keluarga besar SMA Negeri 1 Mertoyudan telah dikhususkan untuk mengenakan atasan baju muslim berwarna putih dan bawahan celana berbahan kain warna hitam untuk putra, serta baju muslim atau gamis berwarna putih untuk putri.
Pembukaan
acara diawali dengan kegiatan membaca Asmaul Husna yang dilakukan secara
bersama-sama oleh seluruh warga sekolah. Pembacaan Asmaul Husna dilakukan
secara tertib, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-Quran yang
diwakili oleh tim rohis. Setelahnya, acara pembukaan ditutup dengan ucapan
sambutan dari Bapak Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mertoyudan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ust. Rizza Perdana Kusuma, S.Pd., I Al Hafidz. Pada awal penyampaian, beliau mengingatkan kembali mengenai bagaimana Nabi Muhammad Saw. pertama kali diangkat menjadi nabi pada usianya yang ke 40 tahun. Beliau juga menuturkan, bahwa menjadi umat Nabi Muhammad Saw. merupakan hal yang paling diinginkan oleh umat beserta nabi-nabi yang lain. Dimulai sejak penciptaan Nabi Adam hingga Nabi Isa, nama Nabi Muhammad sudah disebut dalam beberapa kitab, bahkan dikatakan bahwa nama Nabi Muhammad terukir di pintu surga, di samping asma Allah SWT.
Nabi Muhammad Saw. selalu mengajarkan tentang hal-hal yang bersifat kebaikan. Beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. “Madinah, sebelum kedatangan Rasulullah adalah tempat yang tidak aman, tidak nyaman, karena penuh dengan perang. Namun, ketika kedatangan Rasulullah, Madinah berubah menjadi tempat yang aman dan nyaman. Bahkan sampai sekarang Madinah dikenal sebagai kota yang tenang dan nyaman,” ucapnya. Salah satu hal yang dilakukan oleh Rasulullah saat di Madinah adalah menciptakan hubungan kekerabatan antara warga Kota Makkah dan Madinah. Bahkan dikatakan sempat ada hukum yang memperbolehkan orang Makkah menerima warisan dari orang Madinah. Namun, hal tersebut hanya berlangsung sementara saja. Setelahnya, Rasulullah berhasil menciptakan hubungan kekerabatan antardua pihak, dan kemudian dapat mempimpin kedua kota tersebut menjadi lebih baik.
Kesimpulannya, berkat kedatangan Rasulullah, hubungan antara kedua kota tersebut menjadi lebih erat, bahkan warga kota Makkah dan Madinah dikenal sangat sopan sampai sekarang. Beliau juga menuturkan, bahwa saking sopannya warga kota Madinah, bahkan tidak ada yang berani meludah sembarangan di jalanan. Hal tersebut menunjukkan, bahwa untuk mewujudkan generasi yang berkarakter, kita perlu merajut kebersamaan antarindividu meski penuh dengan keberagaman sekali pun, sesuai dengan tema yang diambil dalam kajian kali ini.
Tausiyah
beliau kemudian diakhiri dengan lantunan sholawat nabi yang dilakukan
bersama-sama oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Mertoyudan. Lantunan sholawat
dilaksanakan dengan meriah – diiringi dengan alunan rebana yang dibantu oleh
tim rohis.
Ketika siswa-siswi
bergegas untuk kembali, pastinya mereka telah kembali dengan berbekal ilmu yang
bermanfaat untuk dijadikan panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tak
hanya ilmu, ketika kembali, para siswa-siswi juga tidak kembali dengan tangan
kosong. Mereka juga telah disediakan sebuah snack untuk dibawa pulang.
Berkat hal tersebut, siswa-siswi tidak hanya pulang dengan ilmu baru, tetapi
juga pulang dengan senyuman yang merekah. (Maila,Khansa_Fornalisa2026)
