- Diposting oleh : Media Smantid
- pada tanggal : Desember 12, 2025
Mertoyudan – SMAN 1 Mertoyudan menyelenggarakan Bulan Bahasa bertema
“KRESAGISTA: Berkreasi dengan Bahasa, Bersinergi dalam Prestasi” pada 11–12
Desember 2025. Kegiatan dua hari tersebut berlangsung meriah dan edukatif,
menampilkan rangkaian perlombaan bahasa, creative talk bersama penulis
muda Fahri Zulfikar, serta program
literasi dan edukasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Kepala SMAN 1 Mertoyudan, Ibu Tentrem Lestari, memberikan apresiasi
tinggi terhadap terselenggaranya KRESAGISTA tahun ini. “Kegiatan Bulan Bahasa
KRESAGISTA benar-benar inspiratif dan sangat berdampak bagi perkembangan keterampilan
murid. Dimana mereka dapat menggali
keterampilan berbahasa, kreativitas, serta kepercayaan diri secara maksimal
melalui rangkaian lomba dan sesi berbagi inspirasi. Kami bangga melihat
antusiasme dan karya terbaik yang ditampilkan,” ungkapnya.
Creative Talk dan Program Literasi
Acara Creative Talk tidak hanya diikuti oleh warga SMAN 1
Mertoyudan saja. Terdapat beberapa siswa sebagai tamu undangan dari sekolah
lain yang ikut serta meramaikan acara ini. Sekolah tersebut antara lain SMAN 1
Kota Mungkid, SMAN 1 Salaman, SMA Taruna Nusantara, SMAN 4 Kota Magelang, dan
SMA 1 Muhammadiyah Kota Magelang. Acara ini menjadi lebih spesial karena kehadiran
Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Ibu Dra. Endah Arumingtyas,
M.Pd.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ibu Dra. Endah Arumingtyas, M.Pd. “Gajah
mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang, manusia mati
meninggalkan karya”, ucap beliau. Sambutan kedua oleh Kepala SMAN 1 Mertoyudan,
Ibu Tentrem Lestari, S.Pd., M.Sc. Beliau menuturkan kebiasaan literasi yang
menghadirkan berbagai prestasi dalam bidang kepenulisan sebagai motivasi bagi
para siswa untuk berkarya.
Rangkaian acara diawali dari perkenalan redaksi penerbit Gradien
Mediatama oleh Tri Prasetyo (TP), selaku pemimpin redaksi. Pada materi yang
disampaikan, Mas TP mengungkapkan tentang kompleksitas isu zaman now
bagi gen-Z dan gen alpha. Ia menyampaikan bahwa isu kesehatan mental merupakan
permasalahan yang sering terjadi di kalangan generasi saat ini.
Mas TP juga memaparkan beberapa penulis muda di bawah naungan
Gradien Mediatama yang berangkat dari keresahan personal, lalu menemukan media
yang tepat terutama media sosial. Dari ruang digital ini, penerbit menemukan
penulis yang menjadikan sebuah buku yang membuka banyak kesempatan (peluang
karier). Beberapa buku kemudian diadaptasi ke karya lain, bahkan bisa go
internasional. Tidak hanya itu, menulis juga dapat menjadi passive income
maupun profesi yang menjanjikan.
Pembahasan dilakukan dengan Fahri Zulfikar sebagai narasumber utama.
Fahri menceritakan perjalanannya di bidang kepenulisan. “Modal Nulis Caption, Bisa
Kerja ke Luar Negeri” yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama menjadi buku
pertamanya. Namun, penulis sudah menjadi pekerjaan utama Fahri di detik.com
saat ini sebagai redaktur di tim kanal pendidikan dan edukasi detikEdu.
Bakat menulis Fahri dimulai dari kebiasaannya untuk mencatat dan
menuliskan perasaan dan keresahan pribadi, serta hal-hal sederhana dari
pengalaman, rasa penasaran, ataupun dari
mereview buku, film, dan konten. Ternyata kebiasaan menulis itu mampu membawa
Fahri mewujudkan mimpi-mimpinya. Salah satu yang terbesar baginya adalah ia
dapat pergi ke luar negeri berkat tulisannya.
Fahri juga mendekatkan para peserta secara emosional. Ada siswa yang
mengeluarkan isi hatinya secara lisan. Bahkan, beberapa siswa sampai menangis
ketika menceritakan pengalaman hidupnya. Menurut Fahri, pengalaman hidup
tersebut maupun sedih atau senang dapat dijadikan bahan tulisan.
Acara Creative Talk menjadi semakin menarik ketika melibatkan
para siswa dalam praktik menulis. Para siswa begitu antusias untuk membuat
tulisan yang indah hanya dari kata-kata sederhana. Beberapa siswa mendapatkan
buku dari tulisan yang mereka buat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi mereka
untuk berkarya.
Creative Talk bersama Fahri Zulfikar menghadirkan
begitu banyak manfaat. Minat literasi para siswa meningkat dengan adanya acara
ini. Semoga di kemudian hari ada kegiatan serupa yang bisa dilakukan dengan
isu-isu yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.
Ada juga program literasi bagi Bapak Ibu Guru dan karyawan, yaitu
kepenulisan cerpen kreatif bareng Ibu Wicahyanti Rejeki dengan tema
"Merangkai Kata, Menyusun Makna", dimana kegiatan ini adalah kegiatan
literasi menulis yang hasilnya akan dikumpulkan menjadi antologi cerpen Bapak
Ibu Guru karyawan SMAN 1 Mertoyudan.
Selain itu, sekolah juga mengadakan program SAGU BEKU (Satu Guru
Beli Buku) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan perpustakaan sekolah.
Buku-buku yang dibeli guru langsung didonasikan untuk memperkaya koleksi
literasi bagi para siswa. Program ini mendapat sambutan baik dan diharapkan
terus berlanjut setiap tahun.
Keseruan Lomba-Lomba Hari Pertama
Hari pertama dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang dirancang
untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan ekspresi siswa, seperti lomba membaca
puisi, story telling, membaca teks resmi, menyanyi,fashion show profesi serta
kelas literasi.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba fashion show
profesi dengan orasi berbahasa Jawa. Siswa tampil percaya diri dengan beragam
karakter profesi, mulai dari dokter, tentara, perawat, pramugari, hingga
profesi unik seperti pemancing. Kreativitas kostum, penghayatan peran, serta
orasi yang disampaikan menjadikan suasana lomba penuh antusiasme dan hiburan.
Disisi lain orasi yang dalam penampilan ini menggunakan bahasa Jawa.
Para juri menilai penampilan siswa berdasarkan kelancaran berbahasa,
kreativitas, kesesuaian tema, serta penguasaan panggung. Partisipasi dari
seluruh kelas membuat suasana kompetisi semakin hidup dan positif.
Edu Expo dan Bazar Buku
Untuk menambah wawasan akademik dan karier, panitia menghadirkan edu
expo dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga pelatihan kerja (LPK) di
sekitar Kabupaten Magelang. Siswa dapat berdialog langsung mengenai program
studi, peluang beasiswa, dan prospek masa depan.
Bazar buku dari Gramedia turut memeriahkan kegiatan, menyediakan
beragam pilihan bacaan yang dapat mendukung minat literasi siswa maupun guru.
Bazar buku dilakukan selama 2 hari di depan Aula SMAN 1 Mertoyudan, banyak buku
yang ditawarkan salah satunya buku karya Fahri Zulfikar yang hadir sebagai
pemateri.
Apresiasi Peserta
Salah satu siswa, Nadif Zifan Nusafa, menyampaikan bahwa Bulan
Bahasa tahun ini memberikan pengalaman berharga. “Ini pertama kalinya saya
mengikuti event besar di SMAN 1 Mertoyudan. Banyak kegiatan seru dan menambah
wawasan,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Oktaviana Andini, juga mengucapkan terima
kasih kepada seluruh pihak yang mendukung. “Kegiatan berjalan lancar dan
memberikan pengalaman berkesan bagi siswa. Terima kasih kepada warga sekolah,
panitia, dan sponsor atas dukungannya,” ujarnya.
Dengan berakhirnya rangkaian Bulan Bahasa KRESAGISTA, SMAN 1
Mertoyudan berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa pada bahasa,
memperkuat budaya literasi, serta meningkatkan kreativitas dan keterampilan
komunikatif secara berkelanjutan. (Media SMANTID_Mahya_Nay)

