Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

SMAN 1 Mertoyudan Gelar Bulan Bahasa “KRESAGISTA”

 

Mertoyudan – SMAN 1 Mertoyudan menyelenggarakan Bulan Bahasa bertema “KRESAGISTA: Berkreasi dengan Bahasa, Bersinergi dalam Prestasi” pada 11–12 Desember 2025. Kegiatan dua hari tersebut berlangsung meriah dan edukatif, menampilkan rangkaian perlombaan bahasa, creative talk bersama penulis muda  Fahri Zulfikar, serta program literasi dan edukasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Kepala SMAN 1 Mertoyudan, Ibu Tentrem Lestari, memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya KRESAGISTA tahun ini. “Kegiatan Bulan Bahasa KRESAGISTA benar-benar inspiratif dan sangat berdampak bagi perkembangan keterampilan murid.  Dimana mereka dapat menggali keterampilan berbahasa, kreativitas, serta kepercayaan diri secara maksimal melalui rangkaian lomba dan sesi berbagi inspirasi. Kami bangga melihat antusiasme dan karya terbaik yang ditampilkan,” ungkapnya.

Creative Talk dan Program Literasi

Acara Creative Talk tidak hanya diikuti oleh warga SMAN 1 Mertoyudan saja. Terdapat beberapa siswa sebagai tamu undangan dari sekolah lain yang ikut serta meramaikan acara ini. Sekolah tersebut antara lain SMAN 1 Kota Mungkid, SMAN 1 Salaman, SMA Taruna Nusantara, SMAN 4 Kota Magelang, dan SMA 1 Muhammadiyah Kota Magelang. Acara ini menjadi lebih spesial karena kehadiran Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Ibu Dra. Endah Arumingtyas, M.Pd.


Sambutan pertama disampaikan oleh Ibu Dra. Endah Arumingtyas, M.Pd. “Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang, manusia mati meninggalkan karya”, ucap beliau. Sambutan kedua oleh Kepala SMAN 1 Mertoyudan, Ibu Tentrem Lestari, S.Pd., M.Sc. Beliau menuturkan kebiasaan literasi yang menghadirkan berbagai prestasi dalam bidang kepenulisan sebagai motivasi bagi para siswa untuk berkarya.

Rangkaian acara diawali dari perkenalan redaksi penerbit Gradien Mediatama oleh Tri Prasetyo (TP), selaku pemimpin redaksi. Pada materi yang disampaikan, Mas TP mengungkapkan tentang kompleksitas isu zaman now bagi gen-Z dan gen alpha. Ia menyampaikan bahwa isu kesehatan mental merupakan permasalahan yang sering terjadi di kalangan generasi saat ini.

Mas TP juga memaparkan beberapa penulis muda di bawah naungan Gradien Mediatama yang berangkat dari keresahan personal, lalu menemukan media yang tepat terutama media sosial. Dari ruang digital ini, penerbit menemukan penulis yang menjadikan sebuah buku yang membuka banyak kesempatan (peluang karier). Beberapa buku kemudian diadaptasi ke karya lain, bahkan bisa go internasional. Tidak hanya itu, menulis juga dapat menjadi passive income maupun profesi yang menjanjikan.

Pembahasan dilakukan dengan Fahri Zulfikar sebagai narasumber utama. Fahri menceritakan perjalanannya di bidang kepenulisan. “Modal Nulis Caption, Bisa Kerja ke Luar Negeri” yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama menjadi buku pertamanya. Namun, penulis sudah menjadi pekerjaan utama Fahri di detik.com saat ini sebagai redaktur di tim kanal pendidikan dan edukasi detikEdu.

Bakat menulis Fahri dimulai dari kebiasaannya untuk mencatat dan menuliskan perasaan dan keresahan pribadi, serta hal-hal sederhana dari pengalaman, rasa penasaran,  ataupun dari mereview buku, film, dan konten. Ternyata kebiasaan menulis itu mampu membawa Fahri mewujudkan mimpi-mimpinya. Salah satu yang terbesar baginya adalah ia dapat pergi ke luar negeri berkat tulisannya.

Fahri juga mendekatkan para peserta secara emosional. Ada siswa yang mengeluarkan isi hatinya secara lisan. Bahkan, beberapa siswa sampai menangis ketika menceritakan pengalaman hidupnya. Menurut Fahri, pengalaman hidup tersebut maupun sedih atau senang dapat dijadikan bahan tulisan.

Acara Creative Talk menjadi semakin menarik ketika melibatkan para siswa dalam praktik menulis. Para siswa begitu antusias untuk membuat tulisan yang indah hanya dari kata-kata sederhana. Beberapa siswa mendapatkan buku dari tulisan yang mereka buat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi mereka untuk berkarya.

Creative Talk bersama Fahri Zulfikar menghadirkan begitu banyak manfaat. Minat literasi para siswa meningkat dengan adanya acara ini. Semoga di kemudian hari ada kegiatan serupa yang bisa dilakukan dengan isu-isu yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.

Ada juga program literasi bagi Bapak Ibu Guru dan karyawan, yaitu kepenulisan cerpen kreatif bareng Ibu Wicahyanti Rejeki dengan tema "Merangkai Kata, Menyusun Makna", dimana kegiatan ini adalah kegiatan literasi menulis yang hasilnya akan dikumpulkan menjadi antologi cerpen Bapak Ibu Guru karyawan SMAN 1 Mertoyudan.

Selain itu, sekolah juga mengadakan program SAGU BEKU (Satu Guru Beli Buku) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan perpustakaan sekolah. Buku-buku yang dibeli guru langsung didonasikan untuk memperkaya koleksi literasi bagi para siswa. Program ini mendapat sambutan baik dan diharapkan terus berlanjut setiap tahun.

Keseruan Lomba-Lomba Hari Pertama

Hari pertama dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan ekspresi siswa, seperti lomba membaca puisi, story telling, membaca teks resmi, menyanyi,fashion show profesi serta kelas literasi.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba fashion show profesi dengan orasi berbahasa Jawa. Siswa tampil percaya diri dengan beragam karakter profesi, mulai dari dokter, tentara, perawat, pramugari, hingga profesi unik seperti pemancing. Kreativitas kostum, penghayatan peran, serta orasi yang disampaikan menjadikan suasana lomba penuh antusiasme dan hiburan. Disisi lain orasi yang dalam penampilan ini menggunakan bahasa Jawa.

Para juri menilai penampilan siswa berdasarkan kelancaran berbahasa, kreativitas, kesesuaian tema, serta penguasaan panggung. Partisipasi dari seluruh kelas membuat suasana kompetisi semakin hidup dan positif.

Edu Expo dan Bazar Buku

Untuk menambah wawasan akademik dan karier, panitia menghadirkan edu expo dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga pelatihan kerja (LPK) di sekitar Kabupaten Magelang. Siswa dapat berdialog langsung mengenai program studi, peluang beasiswa, dan prospek masa depan.

Bazar buku dari Gramedia turut memeriahkan kegiatan, menyediakan beragam pilihan bacaan yang dapat mendukung minat literasi siswa maupun guru. Bazar buku dilakukan selama 2 hari di depan Aula SMAN 1 Mertoyudan, banyak buku yang ditawarkan salah satunya buku karya Fahri Zulfikar yang hadir sebagai pemateri.

Apresiasi Peserta

Salah satu siswa, Nadif Zifan Nusafa, menyampaikan bahwa Bulan Bahasa tahun ini memberikan pengalaman berharga. “Ini pertama kalinya saya mengikuti event besar di SMAN 1 Mertoyudan. Banyak kegiatan seru dan menambah wawasan,” ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Oktaviana Andini, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung. “Kegiatan berjalan lancar dan memberikan pengalaman berkesan bagi siswa. Terima kasih kepada warga sekolah, panitia, dan sponsor atas dukungannya,” ujarnya.

Dengan berakhirnya rangkaian Bulan Bahasa KRESAGISTA, SMAN 1 Mertoyudan berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa pada bahasa, memperkuat budaya literasi, serta meningkatkan kreativitas dan keterampilan komunikatif secara berkelanjutan. (Media SMANTID_Mahya_Nay)

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?